AKU DAN PROFECT
Pada awalnya saya tidak pernah tahu akan inisiatif dari beberapa saudara-saudara angkatan saya di kampus dikala mereka akan mebentuk suatu komunitas yang orientasinya untuk ikut mengembangkan jurusan kami yang tercinta yaitu Kurikulum dan Teknologi Pendidikan. Saya juga tidak tahu, saya sengaja tidak di beritahu sebelumnya atau saya yang tidak mau tahu, tapi itu semua tidak lah terlalu penting. Yang terpenting sekarang adalah saya sudah ada dalam komunitas itu bersama-sama dengan suadara-saudara saya untuk bagaima kami bisa kemudian membantu jurusan dalam meningkatkan mutu pendidikan dengan kretifitas kami melakukan beberapa pelatihan. Saya sangat bangga sama saudara-saudara saya di angkatan 06, karena ternyata kami mempunyai banyak persamaan terhadap pendidikan. Kami mempunyai kepedulian dan keprihatinan yang sama, kami ingin bersama-sama meningkatkan kreatifitas untuk bagaimana jurusan kami bisa dikenal lebih dalam lagi. Selain itu kami juga bisa belajar bersama, hitung-hitung sebagai ilmu tambahan diluar perkuliahaan.
Sekilas Tentang ProFect
ProFect (Professional Educational Technology) adalah sebuah kemunitas berlatar disiplin ilmu kurikulum dan Teknologi pendidikan yang berdedikasi dalam bidang multimedia, pelatihan IT dan kurikulum, web developer, dan jasa/konsultan media pembelajaran. Komunitas ini masih sangat muda, tetapi kami tetap berkomitmen dan optimis akan membawa jurusan kami (Kurikulum dan Teknologi Pendidikan) ‘turun gunung’ dan memasyarakat pada dunia pendidikan.
ProFect dibentuk untuk untuk mengcover potensi-potensi anak Teknoloi Pendidikan yang selama ini kurang dipicu dan diberdayakan. Ide pembentukan komunitas ini sebenarnya telah lama. sejak saya menjadi maba (baca: mahasiswa baru), telah terpikir untuk membentuk sebuah kemunitas yang menampung dan memaksimalkan kreatifitas anak-anak TekPend. begitu pula dengan kawan-kawan saya yang lain. Pernah memang terbentuk wadah serupa yang dimotori oleh kanda Rusli,Spd dan kamipun termasuk pengurusnya, tetapi karena tidak adanya kesamaan misi antara (sebagian) pengurus dan hal-hal lain (yang tidak dapat saya sebutkan di sini), maka kami memilih untuk menarik diri dan kemudian mempersiapkan sebuah formula baru yang lebih powerfull.
Mengapa harus ProFect?
Ide pemberian nama profect sebenarnya merupakan suatu pencarian yang panjang. Dimulai ketika kami berada di rumah saudara Marwan, saya melempar sebuah wacana tentang komunitas ini. Teman-teman banyak mengajukan usul (sesungguhnya mereka sangat kreatif) dan sempat terbesit dalam pikiran saya definisi teknologi pendidikan versi AECT, “Educational Technology is…..”. Mereka sepakat dan jadilah nama ProFect. Pro-nya adaah professional, mengapa harus professional?Ya kami menyadari saat ini kami masih harus belajar banyak tentang teknologi pendidikan dan belum layak dikatakan seorang profesional, tapi nanti (kami berkomitmen) akan menjadi seorang pakar teknologi pendidikan.
Siapakah sajakah mereka?
Telah menjadi prinsip saya (dan mungkin juga saudara pahami) bahwa sesungguhnya seorang pemimpin sejati bukanlah mereka yang berada pada posisi teratas, teltapi mereka yang lebih mampu mempengaruhi yang lain dan memaksimalkan sumberdaya yang ada untuk kepentingan bersama. Yang penting dalam sebuah organisasi adalah kesamaan misi, komunikasi, da manajemen.Jadi jangan heran jika saudara melihat komposisi kemunitas ini, yang jelas saya percaya mereka adalah kawan-kawan (seperjuangan) saya yang hebat dan dapat diandalkan, pengalamanlah yang akan menuntun mereka untuk membuktikan itu.
(tentang Profect ini saya dapatkan dari saudara saya yang saya rasa adalah sosok dari PfoFect itu sendiri yaitu Hartoto(Toto))
Sekarang semua saudara-saudara angkatan saya sudah tergabung dalam kuminitas ini, tanpa terkecuali. Tapi kami juga tidak tertutup sama orang lain namun untuk sekarang kami masih ingin jalan sendiri. Hal ini karena kami menganggap bahwa kami bagiakan anak dalam pendidikan ini yang baru lahir yang naantinya akan membesarkan pendidikan kita.
Kami juga sudah mendeklarasikan diri pada tanggal 30 November 2008 di Bantimurung. Struktur dalam komunitas kami pun telah terbentuk. Saya tidak perlu menyebutkan saya sebagai apa dalam ProFect, menurut saya itu tidak terlalu penting, yang terpenting buat saya adalah saya bisa berbuat untuk ProFect sehingga komunitas ini bisa langgeng dan bisa mencapai semuah tujuan-tujuan yang telah direncanakan.
Bayi yang lahir merupakan titipan Ilahhi namun terkadang menimbulkan pertanyaan-pertanyaan bagi orang yag kurang memahami baik karena proses kelahirannya ataupun yang melahirkan atau apalah. Begitu juga komunitas ini, setelah kami sudah hadirkan ke permukaan banyak pro kontra yang bermunculan dari berbagai kalangan. Namun itu tidak kemudian mematahkan semangat kami untuk maju terus.
By My: ProFect adalah bag sebuah Bus yang akan mengantarkan kami ke puncak kesuksesan dalam dunia pendidikan. Kami punya tujuan baik akan pendidikan namun kami sadari kami juga hanyalah manusia biasa saja, saran dan dukungan dari semuah pihak sangat kami harapkan.