Puisi

“BERCINTA DI ATAS KARANG BERDURI”

sepasang mata terhempas ke luas samudra

membisu di balik letupan-letupan rindu


ketika itu hingar bingar nafsu

bergemulai di sepanjang bibir pantai

seperti ombak yang berdesir menampar sepi

mereka mendekat menggoda

selangkah demi selangkah

sehasta demi sehasta

perlahan menistakanku

dalam istana pramuria para raja


di atas karang berduri

menggenggam butiran-butiran luka

ku celupkan lebih jauh jiwaku

pada bejana bara api lamunan

agar indah segera mengubur sepiku


di atas karang berduri

menakar puing-puing benci

Sukmaku hidup

menari mengupas letih

memenjara hati dan otakku

pada setiap bilik gugusan bungalau tebing dosa


di atas karang berduri

dengan sisa secuil penantian

ku bercinta

menyulam ejakulasi dengan Sukmaku di celah sumur tua

walau bukan bersama raganya

hanya bayangnya


kini kala senja menukar siang

membeli malam

aku telah bangkit menjual lamunan pun mimpiku


dan wahai…..sukmaku

dengarlah

sekarang

di atas karang berduri ini

kan ku tiupkan setangkup bingkisan suci hatiku ke dasar hatimu


bukan bingkisan emas permata

bukan pula bingkisan intan mutiara

tapi bingkisan tentang sumpah cinta dan pengorbanan


bingkisan tragedi air mata

yang di dalamnya terukir aksara

“AKU MENCINTAIMU”

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.