puisi 3

“SESAJI CINTA UNTUK DERMAGA”

aku tahu kini hatimu sedang gundah

terkoyak, tercabik-cabik

hidup seakan tak bernilai lagi

bernafas tapi tak hidup

lebih baik mati menjinjing mimpi

dari pada hidup dalam gelantungan ketakpastian


 

aku tahu sebab aku adalah kau

dan kau adalah aku

 

jika kau dalam penantian

sungguh tak berbeda dengan nasibku

kini kita sama berpijak pada titian penantian

hati kita sedang terluka, terluka sangat parah

meronta, meronta dan meronta

hingga datangnya renta karena cinta


 

kini hati kita sedang berdarah

dan padanya ada lubang mengagah

tertuliskan hanya satu nama atau beberapa nama

penyebab dia terluka


 

kini hati kita sedang tertikam oleh cinta


 

cinta terkadang tak seindah yang terbayangkan

imaji boleh melesat ke puncak kayangan

bercumbu mesra bersama bidadari telaga disana

berbisik tentang sebuah taman penuh bunga

tentang permadani merah muda yang merona

walau hanya sesaat

tapi mampu menanggalkan segala tuntutan eksistensi bernyawa


 

cinta

dia meniupkan kebahagiaan

sekaligus dia juga yang menitihkan air mata

dia mengukir aksara kesejukan pada jiwa

tapi dia juga mewariskan selaksa kisah pilu padanya


 

cinta

dia adalah madu bagi kehidupan

sekaligus dia racun bagi kehidupan


 

itulah cinta

ya…itulah cinta


 

aku tahu sebab aku adalah kau

dan kau adalah aku


 

lukamu juga lukaku

perihmu juga perihku

kita sama-sama sedang meregang luka

 

kau dan aku telah berkorban demi cinta

walau tak seberapa mungkin

begitupun kau dan aku telah dikorbankan oleh cinta

kita adalah sesaji untuk cinta


 

jika kini kau dan aku terjerembab ke dasar sumur tua

dan tak tahu lagi harus berbuat apa

maka kita harus bertanya pada mereka yang sedang bercinta

mengapa lantunan syair ketulusan hati tak lagi menyentuh hati ?

mengapa janji kesetiaan yang tersirat melalui tatapan mata pun tak terbaca ?

apakah ketulusan, kesetian dan kasih sayang

telah tergadai murah oleh pernak pernik dunia yang menjijikkan ?


 

kalaupun jawabnya ya

maka kita pun patut kembali bertanya pada mereka yang sedang menanti cinta

mungkinkah cinta itu ada ?

jika jawabnya tidak, atau tak sanggup menjawabnya

maka BERSESAJILAH untuk CINTA


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.